Desa Wonorejo, kec. Pagerwojo kab. Tulungagung, 5 Juli 2025- Dalam upaya mendorong pembangunan sosial yang berkelanjutan, peran ilmu sosiologi menjadi semakin relevan. Sosiologi, sebagai ilmu yang memahami dinamika masyarakat, memiliki kontribusi nyata dalam pengembangan potensi individu maupun komunitas. Melalui pendekatan sosial yang berfokus pada keikutsertaan masyarakat, sosiologi tidak hanya menjadi sarana analisis, tetapi juga sebagai instrumen dalam pemberdayaan masyarakat.
Sebagai bentuk nyata pengimplementasian dari hal tersebut, Himpunan Program Studi Sosiologi Agama (HMPS SA) kembali menyelenggarakan Dedikasi Sosiologi Untuk ketiga kalinya, bertempat di Desa Wonorejo, kec. Pagerwojo kab. Tulungagung dengan mengusung tema "Pengembangan Sumber Daya melalui Dedikasi Sosiologi." Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat peran mahasiswa dalam menjawab tantangan sosial dengan pendekatan yang berbasis ilmu pengetahuan.

Acara ini diharapkan menjadi wadah kolaboratif antara mahasiswa dan masyarakat dalam mengembangkan kapasitas sumber daya manusia serta potensi sosial yang ada di lingkungan sekitar. Melalui serangkaian kegiatan edukatif, Dedikasi Sosiologi Vol. 3 menjadi bukti nyata kontribusi sosiologi dalam membangun masyarakat yang tangguh, berdaya, dan responsif terhadap perubahan. Program ini bertujuan mengoptimalkan peran mahasiswa dalam menjawab tantangan sosial dengan pendekatan berbasis ilmu pengetahuan dan kolaborasi antara kampus dan masyarakat.

Kegiatan berlangsung selama tujuh hari dengan rangkaian acara yang sistematis. Di hari pertama, acara dibuka secara resmi oleh perangkat desa dan dilanjutkan dengan pelatihan advokasi pemberdayaan masyarakat oleh dosen sosiologi. Pada hari kedua, mahasiswa melakukan anjangsana ke rumah-rumah warga untuk membangun silaturahmi dan sosialisasi budidaya lele dengan sistem aquaponik, metode ramah lingkungan yang menggabungkan budidaya ikan dan tanaman dalam satu ekosistem.

Hari ketiga diisi dengan sosialisasi dan praktik langsung budidaya ikan lele aquaponik yang dipandu oleh narasumber ahli. Peserta belajar tahapan mulai dari persiapan kolam, pemilihan bibit, pemberian pakan, hingga menjaga kualitas air. Hari keempat, hasil budidaya lele dibagikan kepada warga yang berpartisipasi, disertai pelatihan cara pemeliharaan sistem aquaponik agar dapat diterapkan mandiri di rumah. Upaya ini ditujukan untuk meningkatkan keterampilan warga dan membuka peluang usaha rumahan guna mendukung ketahanan pangan dan pengembangan ekonomi lokal.

Selain itu, tim kepenulisan berperan melakukan wawancara dan observasi untuk menggali potensi desa, pola kehidupan masyarakat, mata pencaharian dominan seperti bertani dan beternak, serta budaya lokal yang masih hidup seperti jaranan dan campursari. Tim ini juga mendokumentasikan peninggalan leluhur dan interaksi masyarakat dengan lingkungannya sebagai bahan penting untuk perencanaan pemberdayaan berkelanjutan.

Sementara itu, tim profil desa melakukan peliputan aktivitas sosial dan ekonomi, khususnya di Pasar Pahing yang menjadi pusat kegiatan masyarakat. Tim ini juga mewawancarai Kepala Desa untuk mendapatkan data demografi, fasilitas pendidikan dan kesehatan, serta tantangan akses teknologi dan internet. Informasi ini memberikan gambaran kontekstual yang mendalam untuk mendukung efektivitas program pengabdian.

Pada hari keenam, kegiatan sosial budaya seperti partisipasi dalam tradisi Yasinan Putri serta acara ramah tamah dan makan bersama mempererat ikatan antara mahasiswa dan warga desa, memperkuat rasa kekeluargaan dan kebersamaan. Hari terakhir ditandai dengan penutupan oleh Kepala Desa dan evaluasi kegiatan oleh tim, menandai keberhasilan Dedikasi Sosiologi Vol 3 sebagai bentuk sinergi nyata antara kampus dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas hidup warga Desa Wonorejo.

Keseluruhan rangkaian aktivitas ini memperlihatkan bagaimana ilmu sosiologi dapat berperan sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat yang praktis dan berkelanjutan, dengan fokus pada pengembangan sumber daya manusia, penguatan kapasitas sosial, dan pemanfaatan teknologi ramah lingkungan agar masyarakat desa dapat tumbuh menjadi komunitas yang tangguh, berdaya, dan responsif terhadap perubahan sosial.

(Departemen Jaringan Sosial)